PIONIR OBAT, Sahabat Cerdas Penggunaan Obat

Obat Saat Berpuasa

Jadwal obat sering dapat disesuaikan saat puasa, tetapi harus lewat konsultasi. Jangan berhenti atau mengubah jadwal sendiri.

1 menit bacaDiperbarui 28 Oktober 2026

Ditinjau apoteker: apt. Siti Mardhiyah, S.Farm.
Kartu gambar

Intinya

  • Konsultasikan jadwal obat sebelum puasa, terutama bila ada penyakit kronis.
  • Jangan menghentikan atau mengubah jadwal obat sendiri.
  • Tidak semua obat dapat dipindahkan jamnya.
  • Pertanyaan hukum agama tentang puasa dan obat: tanyakan pemuka agama.

Banyak orang dapat berpuasa dengan aman sambil tetap menggunakan obat, tetapi jadwalnya sering perlu disesuaikan. Penyesuaian ini harus dibicarakan dengan dokter atau apoteker.

Sebelum puasa

  1. 1Konsultasi lebih awalBicarakan rencana puasa dengan dokter atau apoteker, idealnya beberapa minggu sebelumnya, terutama bagi penderita diabetes, hipertensi, jantung, atau asma.
  2. 2Tanyakan jadwal baruTanyakan apakah jam minum obat boleh digeser ke waktu sahur, berbuka, atau malam, dan bagaimana caranya.
  3. 3Tuliskan jadwalnyaCatat jadwal baru dan pasang pengingat agar tidak terlewat.

Selama puasa

  • Jangan mengubah dosis atau berhenti sendiri.
  • Perhatikan tubuh. Bila muncul keluhan berat seperti sangat lemas, pusing hebat, atau berkeringat dingin, segera cari bantuan medis.
  • Pertanyaan tentang hukum puasa terkait pemakaian obat sebaiknya ditanyakan kepada pemuka agama.
Informasi ini bertujuan untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker.

Sumber informasi

Sudah selesai membaca. Mau lanjut ke bacaan berikutnya?
Lanjut: Patuh Minum Obat: Hipertensi dan Diabetes

Bacaan terkait