Ditinjau apoteker: apt. Siti Mardhiyah, S.Farm.
Intinya
- Konsultasikan jadwal obat sebelum puasa, terutama bila ada penyakit kronis.
- Jangan menghentikan atau mengubah jadwal obat sendiri.
- Tidak semua obat dapat dipindahkan jamnya.
- Pertanyaan hukum agama tentang puasa dan obat: tanyakan pemuka agama.
Banyak orang dapat berpuasa dengan aman sambil tetap menggunakan obat, tetapi jadwalnya sering perlu disesuaikan. Penyesuaian ini harus dibicarakan dengan dokter atau apoteker.
Sebelum puasa
- 1Konsultasi lebih awalBicarakan rencana puasa dengan dokter atau apoteker, idealnya beberapa minggu sebelumnya, terutama bagi penderita diabetes, hipertensi, jantung, atau asma.
- 2Tanyakan jadwal baruTanyakan apakah jam minum obat boleh digeser ke waktu sahur, berbuka, atau malam, dan bagaimana caranya.
- 3Tuliskan jadwalnyaCatat jadwal baru dan pasang pengingat agar tidak terlewat.
Selama puasa
- Jangan mengubah dosis atau berhenti sendiri.
- Perhatikan tubuh. Bila muncul keluhan berat seperti sangat lemas, pusing hebat, atau berkeringat dingin, segera cari bantuan medis.
- Pertanyaan tentang hukum puasa terkait pemakaian obat sebaiknya ditanyakan kepada pemuka agama.
Informasi ini bertujuan untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker.
Sumber informasi
- Diabetes (lembar fakta)
World Health Organization · tautan diperiksa dapat dibuka pada 28 Oktober 2026
- Medication Without Harm — Global Patient Safety Challenge
World Health Organization · tautan diperiksa dapat dibuka pada 28 Oktober 2026
- Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI · tautan diperiksa dapat dibuka pada 28 Oktober 2026
Sudah selesai membaca. Mau lanjut ke bacaan berikutnya?
Lanjut: Patuh Minum Obat: Hipertensi dan Diabetes 