PIONIR OBAT, Sahabat Cerdas Penggunaan Obat

Resistensi Antibiotik: Saat Obat Tak Lagi Mempan

Pemakaian antibiotik yang tidak tepat membuat bakteri kebal. Akibatnya infeksi menjadi lebih sulit diobati.

1 menit bacaDiperbarui 28 Oktober 2026

Ditinjau apoteker: apt. Siti Mardhiyah, S.Farm.
Kartu gambar

Intinya

  • Resistensi berarti bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik.
  • Pemakaian yang tidak tepat mempercepat resistensi.
  • Infeksi kebal lebih sulit, lebih lama, dan lebih mahal diobati.
  • Setiap orang bisa ikut mencegahnya.

WHO menyebut resistensi antimikroba sebagai salah satu ancaman kesehatan masyarakat global terbesar. Resistensi antibiotik adalah bagian dari masalah ini, dan kita semua bisa ikut mencegahnya.

1. Banyak bakteriSebagian kecil sudah kebal2. AntibiotikBakteri peka mati3. BerkembangYang kebal bertahan
Bakteri yang bertahan hidup setelah pemakaian antibiotik yang tidak tepat dapat berkembang biak.

Bagaimana resistensi terjadi?

Bakteri dapat berubah agar bertahan dari antibiotik. Bakteri yang kebal ini bertahan hidup lalu berkembang biak. Makin sering antibiotik dipakai tidak tepat, makin banyak bakteri kebal.

Apa dampaknya?

  • Infeksi yang dulu mudah diobati menjadi sulit diobati.
  • Perawatan lebih lama, obat lebih mahal, dan lebih sering perlu dirawat inap.
  • Risiko komplikasi lebih tinggi.
  • Bakteri kebal dapat menular ke orang lain.

Apa yang bisa kita lakukan?

  1. 1Hanya dengan resepGunakan antibiotik hanya atas resep dokter.
  2. 2Sesuai aturanIkuti dosis, jam, dan lama pemakaian yang ditentukan.
  3. 3Tidak menyimpan dan berbagiJangan menyimpan sisa dan jangan memberikannya kepada orang lain.
  4. 4Cegah infeksiCuci tangan dengan sabun dan ikuti imunisasi sesuai anjuran.
Informasi ini bertujuan untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker.

Sumber informasi

Sudah paham? Coba satu pertanyaan.

Apa yang dimaksud resistensi antibiotik?

Bacaan terkait