Ditinjau apoteker: apt. Siti Mardhiyah, S.Farm.
Intinya
- Resistensi berarti bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik.
- Pemakaian yang tidak tepat mempercepat resistensi.
- Infeksi kebal lebih sulit, lebih lama, dan lebih mahal diobati.
- Setiap orang bisa ikut mencegahnya.
WHO menyebut resistensi antimikroba sebagai salah satu ancaman kesehatan masyarakat global terbesar. Resistensi antibiotik adalah bagian dari masalah ini, dan kita semua bisa ikut mencegahnya.
Bagaimana resistensi terjadi?
Bakteri dapat berubah agar bertahan dari antibiotik. Bakteri yang kebal ini bertahan hidup lalu berkembang biak. Makin sering antibiotik dipakai tidak tepat, makin banyak bakteri kebal.
Apa dampaknya?
- Infeksi yang dulu mudah diobati menjadi sulit diobati.
- Perawatan lebih lama, obat lebih mahal, dan lebih sering perlu dirawat inap.
- Risiko komplikasi lebih tinggi.
- Bakteri kebal dapat menular ke orang lain.
Apa yang bisa kita lakukan?
- 1Hanya dengan resepGunakan antibiotik hanya atas resep dokter.
- 2Sesuai aturanIkuti dosis, jam, dan lama pemakaian yang ditentukan.
- 3Tidak menyimpan dan berbagiJangan menyimpan sisa dan jangan memberikannya kepada orang lain.
- 4Cegah infeksiCuci tangan dengan sabun dan ikuti imunisasi sesuai anjuran.
Informasi ini bertujuan untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker.
Sumber informasi
- Antimicrobial resistance (lembar fakta)
World Health Organization · tautan diperiksa dapat dibuka pada 28 Oktober 2026
- Peraturan Menteri Kesehatan No. 28 Tahun 2021 tentang Pedoman Penggunaan Antibiotik
Kementerian Kesehatan RI · tautan diperiksa dapat dibuka pada 28 Oktober 2026
Sudah paham? Coba satu pertanyaan.
Apa yang dimaksud resistensi antibiotik?
