Ditinjau apoteker: apt. Siti Mardhiyah, S.Farm.
Intinya
- Ikuti etiket dan petunjuk tenaga kesehatan.
- Jangan memakai atau berbagi obat milik orang lain.
- Jangan berhenti atau mengubah dosis obat resep sendiri.
- Lupa minum obat? Jangan menggandakan dosis.
Obat yang baik pun bisa merugikan bila dipakai dengan cara yang keliru. Ikuti lima prinsip berikut.
- 1Tepat obatPastikan nama obat dan nama Anda sesuai etiket.
- 2Tepat dosisJumlah sesuai resep, bukan perkiraan. Untuk obat cair, pakai sendok takar atau pipet.
- 3Tepat caraDitelan, dikunyah, ditetes, atau dioles. Ikuti petunjuk pada etiket.
- 4Tepat waktuPatuhi jam dan jarak antardosis, serta aturan sebelum atau sesudah makan.
- 5Tepat lamaPakai selama waktu yang ditentukan. Bila merasa sudah membaik atau muncul keluhan, tanyakan dokter atau apoteker sebelum berhenti.
Yang sebaiknya tidak dilakukan
- Memakai obat milik orang lain, walau keluhannya tampak sama.
- Menyimpan sisa obat lalu memakainya lagi tanpa bertanya.
- Mencampur beberapa obat dalam satu wadah tanpa label.
- Menghentikan obat resep (misalnya obat tekanan darah atau gula darah) sendiri karena merasa sehat.
- Meminum obat dengan minuman selain air putih tanpa bertanya.
Informasi ini bertujuan untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker.
Sumber informasi
- Buku Pedoman Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat)
Kementerian Kesehatan RI (Ditjen Farmalkes) · tautan diperiksa dapat dibuka pada 28 Oktober 2026
- Medication Without Harm — Global Patient Safety Challenge
World Health Organization · tautan diperiksa dapat dibuka pada 28 Oktober 2026
Sudah paham? Coba satu pertanyaan.
Bolehkah memakai obat milik orang lain jika keluhannya terlihat sama?
