PIONIR OBAT, Sahabat Cerdas Penggunaan Obat

Obat Saat Hamil dan Menyusui

Banyak obat aman, tetapi sebagian dapat memengaruhi janin atau bayi. Tanyakan sebelum minum apa pun, termasuk jamu dan suplemen.

1 menit bacaDiperbarui 28 Oktober 2026

Ditinjau apoteker: apt. Siti Mardhiyah, S.Farm.
Kartu gambar

Intinya

  • Tanyakan dokter atau apoteker sebelum minum obat, jamu, atau suplemen.
  • Jangan menghentikan obat penyakit kronis sendiri. Konsultasikan dulu.
  • Minum suplemen dari tenaga kesehatan sesuai anjuran.
  • Menyusui: banyak obat aman, tetapi tetap tanyakan.

Obat yang diminum ibu dapat sampai ke janin atau ke bayi melalui ASI. Sebagian aman, sebagian tidak. Karena itu, tanyakan dulu sebelum minum apa pun.

Saat hamil

  • Beri tahu dokter, bidan, atau apoteker bahwa Anda hamil atau merencanakan kehamilan.
  • Tanyakan juga sebelum memakai jamu, obat herbal, dan suplemen.
  • Bila Anda memakai obat untuk penyakit jangka panjang (misalnya tekanan darah, kejang, atau asma), jangan berhenti sendiri. Menghentikan obat juga bisa berisiko. Bicarakan dengan dokter.
  • Suplemen yang diberikan tenaga kesehatan, seperti tablet tambah darah atau suplemen multi mikronutrien, diminum sesuai anjuran.

Saat menyusui

  • Banyak obat dapat dipakai saat menyusui, tetapi tidak semua. Tanyakan apoteker atau dokter.
  • Perhatikan bayi. Bila bayi tampak lebih mengantuk, sulit menyusu, atau ada ruam setelah ibu minum obat, hubungi tenaga kesehatan.
  • Jangan berhenti menyusui hanya karena minum obat sebelum bertanya.
Informasi ini bertujuan untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau apoteker.

Sumber informasi

Sudah selesai membaca. Mau lanjut ke bacaan berikutnya?
Lanjut: Obat untuk Anak: Anak Bukan Orang Dewasa Kecil

Bacaan terkait